Hatiku direbut Berondong
Radieencerpen singkat sedihcerpen sad ending persahabatancerpen persahabatan sedihcerita pendek tentang kuliah
Tapi entah kenapa, kejujuran Arga yang blak-blakan terasa lebih melegakan daripada ratusan ucapan belasungkawa palsu.
"Kau tidak mau tanya kabarku?" tanyaku, menatap profil wajahnya yang keras.
Arga menoleh, menatapku dari atas ke bawah sekilas. Matanya tajam, namun tidak menghakimi.
"Mata bengkak, baju kotor kena tanah, berdiri hujan-hujanan," katanya, menginventaris penampilanku dengan nada datar. "Jelas kau hancur. Pertanyaan 'apa kabar' itu bodoh untuk situasi sekarang."
人気のチャプター