Menantu Bintang Lima
"Sumpah, Sayang, Demi Tuhan!"
Aku terdiam secara alami. Berusaha menjernihkan pikiran, menenangkan diri. Walaupun tak percaya kalau sumpah Mas Arfen itu asli, tetapi Nama Tuhan yang dia sebut tadi membuat hatiku terdetak. Seketika pesan Mommy mengiang-ngiang di telingaku. "Mirah, pernikahan itu bukan permainan. Jadi, jangan main-main! Pernikahan adalah terminal akhir perjalanan hidup manusia, ia adalah ibadah paling panjang. Jangan mudah menyerah meskipun banyak gelombang besar menghantam. Terus kayuh bidukmu, jangan biarkan dayungnya terlepas!"
"Tolong buktikan kalau kamu memang pilih aku ya, Mas Arfen? Tolong juga, jangan sia-siakan kepercayaan yang aku berikan!"
Sikat na Kabanata