Pijatan Nikmat Sang CEO
"Tidak sekalipun. Aku mungkin belum memiliki galeri seni, tapi aku memiliki keluarga yang mencintaiku, karier yang membuatku bersemangat, dan suami yang selalu mendukungku. Apa lagi yang bisa kuharapkan?"
Bima menggenggam tangan istrinya, merasakan kehangatan dan ketulusan yang mengalir di sana. "Kita masih bisa mewujudkan impian-impian itu, kau tahu? Mungkin tidak sekarang, tapi suatu hari nanti."
"Aku tahu," Kirana tersenyum. "Dan aku tidak terburu-buru. Hidup adalah perjalanan panjang, dan aku bahagia menjalaninya bersamamu, langkah demi langkah."