Kuhibahkan Cincin dan Calon Suami pada Sepupuku
Tangan itu, tangan yang sama, mungkin hanya mirip saja, seperti tangan ibu, yang sering terbakar panasnya matahari saat sering ke sawah dulu.
Baru terasa ada jarak yang membentang. Ibu dan dua saudaraku di ujung barat, aku seorang diri di sini, di ujung timur. Hem, kenapa jadi melow begini. Kugeser kaki melihat lukisan lain bergantian, menghalau galau.
Puas melihat pameran lukisan, aku menelusuri jalan menuju sisi lain mall ini. Pupil mataku membesar, melihat kuda putar dan dua anak kecil yang menaikinya.
الفصول الرائجة