Jerat Cinta Mafia Hyper
Dia sudah kembali bekerja di ruang kerjanya, meskipun lengan kirinya masih digendong penyangga arm sling hitam.
Aku? Aku terjebak dalam peran baruku: perawat paruh waktu dan tawanan purna waktu.
Pagi ini, aku keluar dari kamar untuk mencari kopi. Namun, langkahku terhenti di ruang tengah.
Ruangan yang biasanya minimalis dan rapi itu kini penuh sesak.
Puluhan kotak oranye dengan logo Hermès, tas belanja hitam Chanel, kotak merah Cartier, dan tumpukan kotak sepatu berjejer memenuhi sofa, meja, bahkan lantai.