Married With the Devil
“Apa, apa tadi suara tangisan? Aku yakin tadi itu suara tangisan wanita.”
Rasa penasaran Nara semakin memuncak ketika dirinya mendengar suara tangisan misterius itu, dia pun kembali menyusuri lorong itu dengan pandangan matanya. Namun lorong itu terlalu gelap, sehingga membuatnya tidak bisa melihat apa pun di sana. ‘Mungkinkah di sini akan ada seorang wanita?’ pikirnya.
“Hiks, hiks, hiks.”
Kembali, suara tangisan wanita itu tertangkap oleh gendang telinga Nara. “Tidak, aku tidak salah dengar. Itu benar-benar suara tangisan seorang gadis,” ujarnya.