Malam Terlarang Bersama Paman
tanya Nada saat dirinya mendapati sosok wanita dengan penampilan yang sesuai dengan ciri-ciri Sisil.
Wanita itu mendongak, lalu memindai Nada dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Ia pun mengangguk.
Nada tersenyum, walau dia merasa sedikit tidak nyaman, “Saya Nada.” Dirinya memperkenalkan diri.
“Oh, silakan duduk.” Tak ada senyum ramah terukir di bibir Sisil.
Dengan perasaan canggung Nada pun duduk bersama Deven, tepat di hadapan Sisil. Terlihat Sisil mengerling ke arah malaikat kecilnya.