DI BALIK SENYUM SANG CEO
"Kita sudah menikah, aku sudah berjanji akan memberikan nafkah batin sama kamu, aku juga ingin memberikan nafkah lahir sama kamu, jadi izinkan aku bekerja setelah ini, ya?"
"Kan aku sudah bilang, kamu masih berbahaya untuk keluar, kamu enggak usah kerja di luar dulu, nanti aku coba cari kerjaan untuk kamu secara online, pokoknya sebelum ingatan kamu kembali, kamu enggak boleh keluar dari villa ini, ya?"
"Gitu, ya? Tapi, akukan harus memberikan kamu nafkah lahir dan batin, Moa?"
"Untuk sekarang, nafkah batin aja dulu, bisa?"
Hot Chapters