PURA PURA JADIAN
kataku sambil memeluk surat itu, berusaha tidak tertawa dan tidak menangis di saat bersamaan.
Reyhan tertawa terbahak-bahak, menepuk bahuku. "Itu kan ekspresi hati, Nail. Harus puitis, jangan cuma pakai kata-kata klise!" katanya dengan percaya diri.
"Klise? Rey, ini malah lebih mirip kode rahasia!" jawabku, sambil mencoba menyembunyikan surat itu di dalam tas. Kalau sampai orang lain baca, mungkin aku harus pindah sekolah.