SUCI TAK PERAWAN
sambungku panjang lebar seraya memainkan tangannya.
"Bukannya ada Red Velvet?"
"Tidak ada, hanya ada jika yang memesan orang spesial. Red Velvet itu aku beli di tempat lain. Tempat cake yang dulu kamu juga suka." Aku menjelaskan padanya.
Cean terdiam menatapku, seakan dia tak percaya dengan apa yang sudah aku lakukan selama ini. Dia masih berpikir kalau cake itu memang masih ada di restoranku.
"Oke, partner kerja," ucap Cean pada akhirnya.