Sad Boy
seru Nami mencubit pipi adiknya dengan keras, hingga membangunkan lelaki bertubuh kekar itu.
"Aaa, sakit!" jerit Nalan bangun. "Kakak!"
"Sudah sadar?" tanya Nami ketus.
"Berarti tadi aku sedang bermimpi?" batin Nalan kecewa seraya mendesah pelan.
"Kapan kakak datang?" tanyanya keheranan.
"Keluar! Ada yang ingin kubicarakan padamu," titah Nami mengabaikan pertanyaan sang Adik, berjalan menuju ruang tamu.
Hot Chapters