ISTRI BERCADAR YANG TERNODA
Seorang pria berpenampilan rapi masuk, dengan membawa tas kerja.
“Saya pengacara Bu Anita, ingin menyampaikan sesuatu pada Pak Wijaya.”
Zahira menoleh kearah Wijaya. “Ayah harus kuat, Zahira bersama, ayah, saat ini,”kata Zahira pelan
Air mata Wijaya luruh dan mengangguk, seakan telah siap menunggu kehancuran hidupnya.
Sang pengacara duduk, kemudian mengeluarkan berkas berkaitan dengan perceraian, ternyata berkas itu sudah ditanda tangani oleh Wijaya dan Anita, tentu saja dengan mengelabui Wijaya.