Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Aku memeluknya lagi.
"Sama-sama. Emang aku kapan nggak jadi sahabat terbaik?" Safa menyeringai.
Kami tertawa bersama. Lalu mengobrol tentang persiapan tunangannya, tentang skripsi, tentang segala hal yang kami lewatkan selama sibuk masing-masing.
Tapi di dalam hatiku, masih ada insecurity yang menggerogoti. Insecurity tentang penampilan. Tentang berat badan. Tentang merasa nggak pantas di samping Om Kais yang selalu tampil sempurna.