Yang Terpilih
Gamang.
Sisa malamku menjadi monolog seorang David Wicaksono, tak ada untaian kata keluar dari mulutku. Lidahku benar-benar kelu. Omongan yang keluar dari mulutnya hanya hinggap seperti bunyi-bunyian yang ada di sekitarku. Aku sedang berputar-putar sendiri dalam kekalutan yang tak berujung. Hingga akhirnya Dave pamit pulang, yang bisa kulakukan hanya mengangguk dan memalingkan wajah ketika Dave hendak mencium bibirku. Sejenak wajahnya terpana, menelitiku, dan aku berharap dia tidak menemukan kemelut yang tengah kurasakan. Dia hanya tersenyum tipis, mengatakan lagi untuk memikirkan lamarannya, kemudian membalikkan badan untuk pulang.