The Blue Blood
Tania meletakkan sendok dan pisaunya, tatapannya berubah sedu, “Jujur aku insecure, aku takut bertemu banyak orang, aku takut dinilai seendak jidat oleh pasien-pasienku, jadi aku memutuskan jadi radiolog, dimana paling aku hanya bertemu dan berdiskusi bersama teman sejawat, tidak dengan pasien langsung.”
Ken mengerutkan keningnya, sebagai laki-laki yang sudah banyak makan asam-garam menghadapi wanita, ia melihat raut dan sorot sedih itu dari Tania. Insecure? Dinilai seenak jidat oleh pasien? Apa maksudnya?
“Aku nggak paham, maksudnya bagaimana?” Ken ikut meletakkan sendoknya, mulai tertarik menyimak obrolan mereka.
Bab Populer