KISAH CINTA YANG TERNODA
Pak Cipto akhirnya berlutut di hadapan bu Mutia dengan kedua tangan melingkari pinggang isrinya.
Lelaki ini mengecup berulang perut yang sedang mengandung dua bulan. “Ini anak kita, buah cinta kita, jangan biarkan orang lain memisahkan kita, Sayang,” Pak Cipto mengecup berulang-ulang. “Bilang ibu, jangan tinggalin ayah. Ayah cinta banget sama ibumu.” Pak Cipto berbicara dengan janin yang ada dalam perut istrinya. seakan-akan bayi itu bisa mendengarkan perselisihan orang tuanya.