Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Adik Iparku Memohon Aku Mengampuninya

Adik Iparku Memohon Aku Mengampuninya

"Tolongin aku dong, Kak. Aku nggak mau tiap ada cowok dikit langsung ngerasa sensitif begini. Kakak 'kan hebat banget, kalau Kakak beneran beresin aku ... aku pasti nggak bakal sensitif lagi." Adik iparku ternyata mengidap kelainan memalukan berupa rasa sensitif yang berlebihan terhadap pria. Dia memohon agar aku mau mengobatinya, bahkan tanpa ragu dia langsung menarik ujung ikat pinggangku karena sudah tidak sabar lagi ....
4.6K viewsCompletedAdded to Library 165 Times as nggak tahu
Read
+Library
Konsultasi Cinta dengan Dosen Muda

Konsultasi Cinta dengan Dosen Muda

“Aku nggak akan menghabiskan waktu dengan wanita membosankan seperti dia. Pintar secara akademis tapi bahkan nggak bisa berciuman dengan benar.” Kalimat yang kekasihnya ucapkan membuat Arina sadar bahwa selama ini dia telah dipermainkan dan dikhianati oleh orang-orang yang dia percayai. Namun siapa sangka, Askara Danendra, seorang Konsultan Senior yang sempat menjadi narasumber dalam acaranya, mendadak mengejarnya secara ugal-ugalan?! -Estaruby 2025-
105.5K viewsOngoingAdded to Library 188 Times as nggak tahu
Read
+Library
Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Jangan Ada Dusta di Antara Kita

"Nona Gina, apa Anda yakin ingin menghapus semua informasi tentang identitas Anda? Apabila semua informasi tentang identitas Anda dihapus, nggak ada seorang pun yang bisa menemukan Anda." Gina merenung sejenak, kemudian menjawab sambil mengangguk, "Ya. Saya memang nggak mau ada seorang pun menemukan saya." Operator terkejut mendengarnya, lalu menjawab, "Baiklah. Nona Gina, perkiraan prosedur akan selesai dalam waktu dua minggu, mohon bersabar menunggu."
29.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as nggak tahu
Read
+Library
Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Pacar mafiaku, Fendy, selalu bertengkar dengan sahabat masa kecilnya, Amanda. Di hari ulang tahunku, Amanda memberiku sebuah bullet vibrator. "Nih. Buat ronde kedua, kalau-kalau perlu. Aku lebih tahu stamina dia daripada siapa pun." Fendy melemparkan sebotol foundation berwarna pucat ke arahnya. "Pakai yang lebih banyak lagi. Siapa tahu akhirnya ada yang mau sentuh kamu." Mereka saling mendorong saat keluar, lalu membanting pintu di belakang mereka. Lilin di atas kue ulang tahunku habis meleleh hingga padam, sementara aku duduk sendirian di meja makan. Saat kedua keluarga kami pertama kali mengadakan makan malam resmi bersama, Amanda tersenyum dan menyelipkan sebotol kecil pelumas ke tangan Fendy. "Ambil. Biar kamu nggak bikin gadis malang itu menderita." Ekspresi Fendy langsung menjadi muram. "Masih lebih baik daripada kamu yang menangis malam-malam sambil memeluk guling." Kali ini, Fendy mengatur liburan ke sebuah pulau pribadi. Seorang teman kami diam-diam memberitahuku bahwa dia berencana melamarku di atas tebing saat matahari terbenam. Setelah tujuh tahun menjalin hubungan, aku berkata pada diri sendiri bahwa inilah akhirnya. Garis akhir yang selama ini kutunggu akhirnya sudah di depan mata. Aku berdandan dengan sangat teliti, mengenakan gaun termahal yang kumiliki, lalu berjalan menuju helipad. Aku membuka pintu helikopter. Amanda sudah duduk di kursi kopilot. Dia mengangkat alis saat melihatku. "Chloe, kamu datang? Aku agak klaustrofobia, jadi kamu nggak keberatan kalau aku duduk di depan, 'kan?" Fendy yang sedang memegang kendali helikopter menoleh dan mengamatiku. "Chloe, kamu duduk di belakang saja. Aku khawatir dia tiba-tiba mengamuk, lalu mulai mencakar dan menggigit. Nanti suasananya jadi rusak." Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Amanda sudah lebih dulu membalas, "Apa maksudmu? Aku ini beban buatmu?" "Bukan baru hari ini aku mikir begitu. Kenapa kamu drama sekali hari ini?" Perdebatan mereka berlangsung begitu alami, seolah-olah mereka telah mengulang naskah yang sama ribuan kali. Pada saat itu, kelelahan yang telah menumpuk selama tujuh tahun terakhir tiba-tiba menghantamku. Untuk pertama kalinya, aku menyadari bahwa aku tidak lagi ingin menerima lamarannya.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 77 Times as nggak tahu
Read
+Library
ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

Keyla adalah definisi cewek "urat malu putus". Demi menyambung hidup di ibu kota, dia nekat melamar jadi asisten di Adiguna Group. Namun, hari pertamanya dimulai dengan bencana. Terjebak di lift macet dan mengira pria tampan di sampingnya adalah sesama pelamar kerja yang sedang kena mental. Dengan sok tahu, Keyla memberikan sesi meditasi pernapasan gratis dan sebungkus permen kaki agar si pria tidak pingsan. Dia bahkan sempat berpesan, "Muka Mas lumayan, paling bakal jadi OB kalau nggak keterima asisten." Dunia Keyla serasa runtuh saat tahu pria "calon OB" itu adalah Arlan Adiguna—sang CEO sedingin es yang punya kuasa memecatnya dalam sekejap. Alih-alih dipecat, Keyla justru terjebak dalam pusaran hidup sang bos. Arlan yang kaku butuh "perisai" untuk menghindari perjodohan, dan Keyla yang bar-bar adalah kandidat paling sinting yang pernah dia temui. Namun, Keyla bukan wanita yang suka main aman. Saat hatinya mulai bergetar karena perhatian-perhatian kecil si bos yang diam-diam peduli, Keyla tidak menunggu Arlan untuk menembaknya. Dengan prinsip "Siapa cepat dia dapat", Keyla justru meluncurkan strategi-strategi "penyerangan" cinta yang kocak, frontal, dan membuat sang CEO kewalahan. Bisakah si asisten bar-bar ini meluluhkan gunung es dalam hati Arlan dengan caranya yang tak terduga? Di kantor ini, bukan bos yang memegang kendali cinta, tapi Keyla yang berani mengungkap rasa!
552 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as nggak tahu
Read
+Library
Malam Panjang di Bus Terakhir

Malam Panjang di Bus Terakhir

"Nggak, jangan .... Empat orang terlalu banyak, aku nggak sanggup." Di dalam bus malam itu, empat rekan kerja suamiku menekanku ke kursi dan merenggangkan kedua kakiku dengan paksa. Salah satu pria yang berdiri di depanku melepas ikat pinggangnya, lalu menyabetkannya dengan keras ke pantatku. "Buka kakimu! Perempuan kayak kamu memang pantas puasin kami." Kemudian, dia merobek paksa celana dalamku yang sudah basah kuyup ....
38.6K viewsCompletedAdded to Library 925 Times as nggak tahu
Read
+Library
Jejak Luka

Jejak Luka

Selama dua puluh tahun keberadaannya dilupakan, kini sang ayah datang mengemis maaf. "Bulek mengerti perasaanmu, Ram. Tapi bagaimanapun juga dia orang tuamu," ucap Lilik ketika sudah berada di dekat Ramon. "Orang tua? Orang tua apa yang menelantarkan anaknya? Orang tua apa yang hanya mengejar kesenangannya sendiri, tanpa memikirkan nasib anaknya? Dua puluh tahun Bu Lek, dua puluh tahun? Pernah dia peduli padaku? Pernah sekedar nanya kabarku. Pernah? Nggak pernah, Bu Lek. Baginya aku ini sudah mati, Bu Lek. Jadi jangan salahkan kalau aku juga menganggapnya mati." "Ya, Bu Lek tahu. Ayahmu salah, sangat salah. Tapi lihatlah keadaannya sekarang. Apa kamu nggak kasihan? Kamu nggak iba? Sudah miskin, istrinya sakit pula," ucap Lilik berusaha menyentuh hati Ramon. "Hh! Iba? Apa dia punya rasa iba ketika ibu memintanya mengantar ke rumah sakit? Apa dia merasa iba melihatku sebatang kara? Nggak kan, Bu Lek?" Pantaskah seorang penghianat macam ayahnya mendapat maaf? Baca sampai tamat ya, terimakasih ....
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 413 Times as nggak tahu
Read
+Library
Terpaksa menjadi istri dadakan CEO

Terpaksa menjadi istri dadakan CEO

Di balik pintu kaca yang tinggi dan berkilauan, Nathaniel Aldric, CEO muda Aldric Corp, menatap tajam ke layar laptopnya. Dia pria yang perfeksionis, dingin, dan nggak pernah keluar dari jalur yang sudah dia tentukan sendiri. Tapi hari itu, ada satu hal yang mengacaukan segalanya: perjodohan. "Nathan, kamu nggak bisa nolak," suara sang ayah tegas di seberang telepon. "Kita sudah sepakat, Aldric dan Windsor akan bersatu lewat pernikahan ini." Sementara itu, di sisi lain kota, Eleanor Windsor—seorang seniman yang bebas dan keras kepala—hampir menjatuhkan kuasnya saat mendengar berita itu. "Menikah? Dengan pria yang bahkan aku nggak kenal? Jangan bercanda." Dua dunia yang bertolak belakang dipaksa bersatu. Dan perjodohan ini… adalah awal dari perang dingin antara mereka berdua.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as nggak tahu
Read
+Library
Ah! Sentuh Aku Lagi, Om

Ah! Sentuh Aku Lagi, Om

Malam itu, Celine hanya ingin melupakan luka setelah memergoki pacarnya berselingkuh dengan cara paling gila dalam hidupnya. Namun siapa sangka, pria yang menemaninya malam itu identitasnya jauh lebih mengejutkan, dan sejak malam itu hidup Celine tak pernah sama lagi. “Ah—sentuh aku lagi, Om…” “Cel... kamu serius?” “Hm. Aku serius.” “Kalau kamu minta kayak gitu… aku nggak akan bisa berhenti.” “Aku nggak mau Om berhenti.”
9.876.2K viewsOngoingAdded to Library 2.5K Times as nggak tahu
Read
+Library
Lembaran Baru Tanpa Bayang Masa Lalu

Lembaran Baru Tanpa Bayang Masa Lalu

Aku sedang jual furnitur bekas di platform seken, tiba-tiba ada seorang perempuan kirim pesan untuk menawar harga, [Kak, harganya boleh agak kurang?] [Aku belum lulus kuliah, baru saja pindah dari asrama gara-gara berantem dengan teman sekamar. Pacarku yang mencarikan kontrakan untukku.] [Meskipun dia sangat kaya, bahkan bilang mau menikahiku setelah lulus, aku tetap nggak mau terlalu membebani dia.] [Boleh kurang empat puluh ribu, nggak? Nanti aku ambil sendiri ke sana!] Waktu masih kuliah dan pacaran dengan Steve, aku juga pernah rela mengayun sepeda umum selama dua jam hanya demi hemat sepuluh ribu. Meskipun sekarang aku hanya karyawan kantoran biasa, kondisiku lebih baik sedikit dibanding anak kuliah. Akhirnya, aku pun luluh dan menyetujuinya. Malam itu, dua orang muncul di depan gerbang komplek perumahanku. Si Perempuan dengan bangga berkata, “Aku hebat, ‘kan? Hanya keluar uang nggak sampai dua ratus ribu, tapi sudah dapat mesin cuci yang kondisinya masih 90% baru!” Si pria menyahut dengan nada memanjakan, “Iya… sayangku memang paling hebat.” “Tapi aku cari uang memang untuk membiayaimu, kamu nggak perlu sehemat itu.” “Suamimu ini direktur Grup Rosel, masa membiayai kamu saja nggak mampu? Sekali ini saja ya, lain kali jangan begini lagi.” Pria itu mendongak sambil tersenyum. Begitu mata kami bertemu, aku langsung mematung di tempat. Dia adalah Steve, pacarku yang pamitnya mau dinas keluar kota selama tiga bulan demi mendapat uang saku perjalanan dinas tiga kali lipat.
1.1K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as nggak tahu
Read
+Library
PREV
1
...
3536373839
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status