Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MAHAR TANPA CINTA

MAHAR TANPA CINTA

sapa seorang perempuan cantik dengan seorang lelaki di belakangnya. “Naura?” sapa Nisha tak percaya. “Halo. Kamu di sini?” tanya Naura juga seakan kaget. “Iya, aku bekerja seperti yang aku ceritakan dulu itu. Besok jadwalku sidang lagi,” ucap Nisha setelah mereka lepas berpelukan dan saling cium pipi. “Abang ini Shasi teman aku,” ucap Naura pada Nayaka, pura-pura tidak tahu kalau dia disuruh Nayaka untuk mau menyelidiki Nisha.
10638 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai nisha
Baca
+Pustaka
Shirea

Shirea

"Saya juga akan menjadi utusan setia anda." "Namaku Sharon, anda pasti sudah mengenalku karena kita sering bertemu setiap anda sakit dan terluka. Saya akan merawat anda sekaligus menjadi pelayan wanita anda." Gadis bercadar yang kutahu itu adalah Lavina, terlihat seperti sedang tersenyum di balik cadarnya. "Kalau begitu saya pamit, untuk menyiapkan makan malam," ujar Zein.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai nisha
Baca
+Pustaka
My Destiny

My Destiny

tanya Satria seraya berjongkok menyeimbangi posisi tubuhnya dengan tubuh gadis kecil tersebut. “Nisha ...! Ya Allah, Nak. Kamu gak papa 'kan, Sayang?” Seorang wanita yang merupakan Ibu dari Nisha berlari dan langsung memeluk putrinya itu dengan erat. Namanya Kiran. “Jangan pernah lakukan itu lagi, Nisha. Kamu bisa aja celaka jika menyebrang sambil lari-lari seperti tadi!” peringat Kiran. “Maaf, Ma.”
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai nisha
Baca
+Pustaka
Fatma Boussetta

Fatma Boussetta

Fatma melangkah dengan cepat dan membukakan pintu. "Nona ..." Seorang wanita yang dapat dikatakan sudah tidak muda lagi berdiri di depan pintu. Mata wanita itu bergetar saat melihat Fatma berdiri di hadapannya, "A-apakah Nona butuh bantuan?" Dia tertegun. Tanpa memutuskan jembatan tak kasat mata di antara pandangan matanya dengan tatapan Fatma, wanita berusia enam puluh tahun itu mengucapkan kata-katanya "Aku akan membantumu dalam hal apapun, Nona. Pekenalkan, aku Bibi Latifa." Menatap lekat wajah Fatma membuat dia sadar dengan posisinya sebagai seorang pelayan. Bibi Latifa segera menjatuhkan pandangannya ke lantai.
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 437 kali sebagai nisha
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Hudaibah
Baru part awal sudah merasa terbang ke latar yang dibangun sama penulis. Tidak perlu sulit meraba-raba latarnya. Pembaca seperti masuk ke dalam ruang 3 dimensi dan menyaksikan tiap adegan secara nyata. Kendalanya cuma beberapa kata yang salah ketik tapi masih bisa dimaklumi. Sangat direkomendasikan.
Fitria Sulaeman
Syukaaa... Syukaa sekali sama ceritanya Fatma Boussetta ini. Apalagi sama penulisnya. Yang selain cantik, baik hati pula. Hehe. Semua pemerannya juga, aku suka. Alurnya susah buat aku tebak. Bikin jadi penasaran, pengen baca terus dan terus... Pengen tahu kelanjutannya lagi dan lagi. semangat up kak
Baca Semua Ulasan
PREMAN DILAMAR SHALEHAH

PREMAN DILAMAR SHALEHAH

Sahut Aina, wanita itu membantu membangunkan Aisha yang tersimpuh di tanah akibat tertubruk seraya menepuk-nepuk gamisnya dari debu. Arash, melihat sosok wanita yang menggunakan niqab, fikirannnya langsung melesat pada sosok Aisha. Bentuk tubuh serta harum wanginya pun mengingatkan pada sosok wanita yang sangat ia rindukan. Lelaki yang baru berhijrah itu mengangkat kepala. Ingin melihat siapa sosok yang memiliki aura sama dengan mantan istrinya.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai nisha
Baca
+Pustaka
ADHARA

ADHARA

seru Farah "Ah taudeh, pusing gue." "Nah biar lo gak pusing gue ada info sama yang bakalan bikin lo seneng. Ayok tebak apa!" tanya Farah membuat Lisa sedikit menaikkan alisnya heran Lisa keluar dari dalam kamar menuju balkon kamarnya menatap kearah langit yang mana ada 1 cahaya disana. Cahaya yang cukup meredup namun masih bisa terlihat "Gue lolos seleksi dan magang ditempat yang sama kayak lo." seru Farah dengan girang
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai nisha
Baca
+Pustaka
ARINDA

ARINDA

Hanya saja maksud Arinda-- "Ah, saya belum mengenalkan diri tadi. Maaf, sangking senangnya saya, saya sampai lupa." Arinda tak menyahut dia hanya diam menatap wanita di hadapannya yang berhenti menghadap dirinya yang ikut berhenti. "Lady, Nona bisa memanggil saya seperti itu. Saya pelayan tertua di manspion ini dan yang paling dipercaya oleh Tuan Zayn." Arinda tak menangkap nada bangga saat wanita itu mengatakannya, hanya senyum tulus khas seorang ibu yang dia lihat.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai nisha
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

Liara tak jadi menutup pintu,ia menghampiri orang itu. Belum sempat bertanya atau mengatakan apa-apa, Liara sudah dipeluk. Wanita itu menangis, sesenggukan. "Maaf. Anda siapa?" Orang itu mengurai pelukan. Liara menunggu jawaban dengan perasaan gelisah. Firasatnya aneh. "Aku Naura. Aku ... ibumu." Liara tersentak. Bak disambar petir, ia terkejut dan merasakan nyeri luar biasa di hati.
9.534.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai nisha
Baca
+Pustaka
ARJUNA

ARJUNA

Hingga Arjuna memilih untuk menyantap makanannya tanpa bertanya lebih jauh pada Lia. Lia takut. Sungguh, ketakutan yang sama sebelum Lia marah pada Juna kala itu. Lia takut kehilangan seorang Arjuna. Takut jika hati yang dia genggam akan terlepas tanpa bisa dia cegah. Karena lawan main Lia ternyata lebih hebat dari yang ia duga. Bukan cewek sexy yang berkeliaran di luar sana. Bukan cewek cantik yang nampang di sosial media Arjuna dan sering mendapat hati dari cowok itu. Bukan pula mereka, senior atau junior Juna yang datang hanya untuk memberi selembar kertas berisi nomor telepon. Tidak, lawan main Lia adalah Raina. Seorang yang ternyata berada selangkah di depannya. Seorang yang mengenal Ju
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai nisha
Baca
+Pustaka
LAILA

LAILA

Nawa bicara ke aku, “Hantu tidak mungkin bicara sejelas itu.” Aku setuju dengan pendapat Nawa, lalu kami memberanikan diri mendekatinya dan benar dia hanya gadis biasa. Bahkan dia memperkenalkan diri, “Namaku Yuri. Kalian ingin tahu cara memanggil sosok misterius itu? Ayo ikut aku!” Aku dan Nawa bingung, tapi kami juga penasaran dengan sosok yang dimaksud Yuri. Dalam perjalanan, Nawa bertanya kepada Yuri, ”Kamu bisa ceritakan tentang sosok yang kamu maksud?”
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai nisha
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status