CINTAKU TERGADAI
ucapku dalam hati sambil mengelus kepala bayiku.
Suasana rumah masih lengang, tidak ada tanda-tanda kepulangan Jovan, aku mulai resah memikirkan kehidupanku dan bayiku untuk hari-hari berikutnya.
Ternyata rumah besar ini tidak menjamin kebahagiaan untuk ku, Jovan menghilang tanpa memberiku sepeserpun uang belanja. Dia tidak ingat bila dia akan menjadi ayah, dan dia lupa, jika uang yang dia tinggalkan tidaklah seberapa, Jovan memang menjatahiku uang belanja, mungkin karena dia belum bekerja, dia hanya mengandalkan suntikan dana dari Papanya.
Hot Chapters