SUN TO YOUR NIGHT
ujar Connor, merangkak di lantai berdebu karena ia tak kuat lagi menopang tubuhnya dengan kedua kaki yang terluka.
Noah tertawa, membuat Connor makin menajamkan tatapannya. “Kau ini ... benar-benar tidak ingin melepaskanku, ya?” ujarnya, masih tertawa. Di ujung kesadarannya, indera tajam yang ia andalkan semakin menurun fungsinya. Dia tidak bisa melihat dengan jelas, rasa sakitnya semakin tak terasa. Dengan pendengaran yang juga menurun fungsinya, yang Noah dengar hanya suara pelatuk yang ditarik. Tinggal menunggu waktu sampai peluru itu benar-benar dilesatkan ke arah kepalanya, Noah kembali tertawa. “Ah ... sial.”
Itu saja ucapan terakhirnya sebelum kerasnya suara senjata memenuhi indera ru
Hot Chapters