KELAMBU MERAH JAMBU
Berkecamuk namun tidak menyakitkan ataupun menyesakkan.
"Love ehhh Galih!" sergahku sambil mengeraskan volume telepon, "Jangan ditutup, please? Aku minta tolong banget, ya?"
Tebak, dari mana aku mendapatkan contact w******p Galih?
Ssssttt, jangan keras-keras, nanti Kenzy dengar. Aku mencoba semua nomer yang pernah diberikannya padaku. Satu per satu. Nah, ternyata Galih menggunakan nomor lamanya, couple number kami sebenarnya. Belakangnya sama-sama 789. SIM Card yang itu juga masih kusimpan, sebagai cindera jiwa. Masih aktif juga kok, Mbah Mi yang kumintai tolong mengisikan pulsanya rutin setiap bulan untuk mempertahankan keaktifannya. Ummm, sejujur-jujurnya kukatakan, aku juga ingin mengguna
Hot Chapters