BERAS LIMA RIBU
"Saya nggak tahu nomornya berapa, Bang. Di sini baru ada nomor Wita saja."
"Eh, kebetulan. Boleh saya minta sekalian?" Ahmad begitu bersemangat.
"Silahkan Bang Ahmad! Jangan lupa perkenalkan diri dulu kalau mau menghubungi."
Mata Ahmad bersinar. Tingkahnya seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan kesukaannya.
"Nah, ini nomor aku dan juga ada nomor Arfan. Yang namanya Faiz ini, itu nomor Mbak Rasti. Siapa tahu ada yang minta nanti. Asal jangan laki-laki, ada yang marah nanti."