Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

“Sudah dua semester aku tinggal di Bandung, belum pernah aku makan di kafe. Aku selalu hidup hemat, Bang. Tapi sekali-sekali aku mau juga makan di kafe.” “Warung tenda saja ya Dek? Lebih murah.” “Tapi warung tenda kan, sempit Bang. Tak bisa kita nongkrong lama-lama di situ, apalagi kalau banyak pembeli yang mau makan di situ pula. Kalau di kafe, kita bisa nongkrong, ada wi fi pula. Kita kan, mau nungguin motor itu.” Binsar bicara pada pegawai bengkel. “Saya tunggu di kafe seberang sana. Nanti tolong hubungi nomor ini, kalau motor sudah selesai.” Binsar memberikan nomor adiknya.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai nongkrong di cafe berdua
Baca
+Pustaka
Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

ucap Kak Nah berapi-api, membuatku tersenyum tipis di belakangnya. Ternyata, aku tidak pernah sendirian …. Motor yang kami tumpangi melaju lebih cepat, melewati jalanan, belok kiri di persimpangan. Sepertinya Kak Nah ingin nongkrong di cafe baru yang belum lama ini buka. Di sana ada beberapa menu estetik yang cocok dijadikan Story sosmed. “Kamu dengar, nggak? Jangan hadapi sendiri kalau mereka keroyokan, kamu masih punya aku sama Si Ganteng. Paham?”
1024.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 746 kali sebagai nongkrong di cafe berdua
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

Dua sosok perempuan yang sama-sama memenuhi pikirannya, tapi dari dua dunia yang berbeda. Dan di tengah obrolan ringan teman-temannya, Luki tahu — cepat atau lambat, salah satu dari dua dunia itu bakal runtuh. ====================== JANGAN LUPA!! FOLLOW, LIKE, AND COMMENT!! ====================== Suasana kafe sore itu cukup ramai. Musik akustik pelan terdengar dari sudut ruangan, aroma kopi dan roti panggang menguar lembut di udara. Luki duduk di antara Rizal, Edo, dan Anissa, tertawa kecil di tengah obrolan santai mereka tentang kerjaan dan gosip kantor.
1070.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai nongkrong di cafe berdua
Baca
+Pustaka
Barraberee

Barraberee

Nggak penting. ~~~ Setelah jam belajar sudah habis, aku dan Ayi milih nongkrong dulu di kafe. Kami berdua emang udah merencakan ini sejak kemarin. Seperti biasa, aku sama Ayi memilih duduk di pojok dekat dinding kaca yang menghadap langsung ke arah jalanan. Aku dan Ayi sekarang sedang menikmati satu cup jumbo es krim terbaik di kafe ini. Selain es krim, kami juga memesan red velvet dan bronis coklat. Emang dah, rasanya nggak ada duanya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai nongkrong di cafe berdua
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN RAHASIA SUAMIKU

PERNIKAHAN RAHASIA SUAMIKU

Hanya lima menit, aku pun tiba di depan bangunan cafe aesthetic yang memang pas untuk dijadikan tempat nongkrong, santai atau berkumpul bersama teman-teman. Cepat-cepat aku turun dari mobil dan bergegas melangkah memasuki area cafe. Bangunan berlantai dua ini nampak cukup ramai dipenuhi pengunjung di lantai satu. Mataku awas mengitari setiap sudut lantai bawah ini. Namun tidak kutemui sosok Rafka mengisi salah satu meja. Kuputuskan naik ke lantai dua. Keadaan di lantai dua berbanding terbalik dengan lantai satu. Di mana di sini hanya ada satu dan dua pengunjung saja namun itu bukan Rafka
1049.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai nongkrong di cafe berdua
Baca
+Pustaka
Suamiku Mualaf Kaya Raya

Suamiku Mualaf Kaya Raya

Mereka berdua duduk di sebuah cafe, sengaja mereka bertemu di sana sekedar untuk berbagi masalah hidup yang menimpa mereka berdua. Cafe yang mereka datangi cukup ramai, beberapa pengunjung tampak asyik menikmati hidangan yang disuguhkan, namun ada pula beberapa orang yang hanya memesan minuman untuk sekedar nongkrong menikmati WiFi gratis atau sekadar untuk menghabiskan waktu bersama kekasihnya di tempat itu.
8.2175.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai nongkrong di cafe berdua
Baca
+Pustaka
Happiness Marrie

Happiness Marrie

Bab 2~Kencan Buta Dua orang gadis cantik tengah duduk santai sambil menyesap kopi hitam kesukaannya di sebuah cafe tak jauh dari kantornya. Sesekali mereka tertawa karena banyolan masing-masing yang menurutnya lucu. Mereka terlihat sangat akrab layaknya saudara. Cukup lama keduanya bercanda sampai tiba-tiba salah satunya berbicara serius. "Lien. Umm ... Bisa nggak bantuin aku?"
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai nongkrong di cafe berdua
Baca
+Pustaka
My Love Story ( Bahasa Indonesia )

My Love Story ( Bahasa Indonesia )

Aku mengerutkan dahi aku sendiri, bukan apa teruja dengan rekaan bangunan yang unik ini. Dua dalam satu kafe dan gim. Aku rasa dekat Malaysia belum ada perniagaan sebegini. "Jemput duduk dulu..." lawa Jong In kepada aku dan Irfan. Aku hanya mengangguk sambil melirik ke arah Jong In menuju ke arah salah seorang pekerjanya. Dari jauh aku melihat pekerja itu hanya mengangguk setelah mendengar kata-kata dari mulut Jong In. Pekerja itu mendekati aku dan Irfan yang mengambil tempat duduk di sebelah tingkap kafe.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai nongkrong di cafe berdua
Baca
+Pustaka
Di Penghujung Waktu

Di Penghujung Waktu

*** Diharap untuk memutar lagu .LAuKANA TSUMMA UMMI **** "Sebenarnya kita mau nongkrong dimana sih?" tanya Via yang sengaja menghentikan motornya di pinggir jalan. Raya dan Nia pun ikut menghentikan motornya. "Gue tahu Cafe yang menyediakan konsep islami, kayak resto, tapi cafe, kalian pasti suka deh!" ujar Nia dengan semangat.
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai nongkrong di cafe berdua
Baca
+Pustaka
My Part-Time Girlfriend

My Part-Time Girlfriend

Dia berpikir keras tempat apa yang biasanya didatangi untuk nongkrong tapi tidak makan ? Karena hampir semua cafe menyediakan makanan dan juga cemilan selain menjual minuman. Jangan - jangan… Bianca menebak kemana dia akan pergi bersama tyaga, apalagi dia mengetahui daerah ini. Dia sangat mengenalinya. “Kenapa ?” tanya tyaga basa - basi saat bianca terlihat gelisah. “Nggak papa.” tyaga tersenyum miring saat menyadari perubahan sikap bianca.
1011.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai nongkrong di cafe berdua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status