Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terikat Kontrak Dengan Mafia : Pengantin Gendut

Terikat Kontrak Dengan Mafia : Pengantin Gendut

Apakah aku masih bisa bernyanyi seperti dulu? Aku tidak tahu. Tapi aku harus mencoba. Kafe itu berada di belakang pusat kota. Bangunannya tidak terlalu besar, tapi terlihat eksklusif. Cat hitam dengan aksen emas. Lampu-lampu temaram di sekitar pintu masuk. Ada beberapa pria berpakaian rapi berdiri di luar, seperti satpam atau mungkin sekuriti. Aku turun dari taksi, membayar, dan berjalan menuju pintu.
107.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 188 Beses bilang cafe singgah
Read
+Library
Bahagia Usai Diselingkuhi

Bahagia Usai Diselingkuhi

mendengar jawaban Alex, Gilang tersenyum simpul, sepertinya rencana yang dia susun satu bulan yang lalu akan berhasil. "Pak Udin, ke Bugenville resto, perintah Gilang. ♥ Harum aroma kopi menyeruak menyapa hidung Alex dan Gilang begitu masuk ke dalam cafe. Memang tempat itu identik dengan sajian kopi terbaik yang digiling dan diseduh dengan racikan tertentu. Seorang pelayan menghampiri mereka. Mencatat pesanan keduanya, tak lupa dua cangkir andalan cafe tersebut.
1026.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 713 Beses bilang cafe singgah
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
sahut Alfa sebel. Nuansa café yang serba pink dan sangat serba Korea memang menambah daya tarik café ini. Apalagi kalau pengunjungnya, penggila Korea kayak si Icha. “Huah Oppa Park Bo Gum!” jerit Icha histeris saat melihat gambar salah satu aktor korea di dinding café ini. Alfa melengos mendengar Icha. “Masih cakepan Masmu ini, Cha, Cha.”
104.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 83 Beses bilang cafe singgah
Read
+Library
SEMANIS LUKA SANG AHLI WARIS

SEMANIS LUKA SANG AHLI WARIS

Rafri melihat dan membaca tulisan dari tempat tersebut. "Mungkin tidak ada salahnya masuk ke sana dan melihat menu. Siapa tahu bisa untuk nongkrong. Lagian caffe ini dekat sekali dengan rumah." Rafri tidak mengingat perkataannya sebelum melihat dari dekat mengenai caffe tersebut. *** Dikarenakan caffe sedang sepi, dua sahahat pun bersendau gurau dengan bebasnya. Mereka membicarakan 1 cowok yang sangat berarti dalam kehidupan Harum.
2.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 57 Beses bilang cafe singgah
Read
+Library
KEMATIAN MISTERIUS KELUARGAKU

KEMATIAN MISTERIUS KELUARGAKU

Di cafe Top city, yaitu cafe yang terkenal dengan makanan enak, namun sangat murah meriah dan suasananya yang klasik dengan hiasan kayu bambu dan tanaman rambat plastik yang sangat indah. furqon dan Pangeran duduk menunggu pesanan mereka. “Pangeran, kamu harus secepatnya kembali ke Sinaboi Raya” Perintah furqon sambil menatap tajam pada pangeran.
107.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 171 Beses bilang cafe singgah
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Bukan untuk terlihat menarik di mata orang lain, tetapi agar tak membuat malu suami andai saja kami bertemu dengan rekan-rekannya. Sebuah cafe dengan nuansa cokelat tua yang terasa begitu romantis. Kami memesan beberapa minuman, makanan dan camilan. Kemudian segera membayarnya lebih dulu. Kata Mayang, di sudah memesan satu room karaoke di lantai dua, tapi ... atas nama Pak Afnan. "Lho, kok atas nama Pak Afnan, May? tanyaku heran. "Pak Afnan yang nyuruh, Mbak," jawab Mayang santai.
106.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 141 Beses bilang cafe singgah
Read
+Library
Dikira Preman Suamiku Ternyata Sultan

Dikira Preman Suamiku Ternyata Sultan

Minta di temenin ke cafe tadi] “Cafe mana?” Tanya Galih. [Ya... di Cafe Mas lah!] “Mana ada cafe punya, Mas. Cafe itu mah udah jadi milik kamu semua, Sayang.” Ungkap Galih, membuat mata Aisyah di telepon membulat. [Hah? Maksudnya gimana, Mas??] “Ingat gak minggu lalu sayang udah tanda tangan berkas?” Tanya Galih. [lya, ingat. Tapi itu berkas buat restoran yang Mas berikan untuk aku kan Mas?]
109.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 302 Beses bilang cafe singgah
Read
+Library
CINTA DITENGAH KESENDIRIAN

CINTA DITENGAH KESENDIRIAN

kata pelayan itu dengan wajah yang dibuat sinis. Lalu pelayan perempuan itu pergi meninggalkan Simon dari sana. Ia kembali melakukan pekerjaannya. Simon masih memandangi perempuan itu. Ya, Simon adalah barista yang ada di cafe itu. Cafe itu bernama Cafe Senandika. Di sanalah Simon bekerja, sudah 3 bulan lamanya ia bekerja disana. Simon berasal dari kota Bandung. Ia merantau di Jakarta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
102.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 56 Beses bilang cafe singgah
Read
+Library
Little Secret

Little Secret

Dia mengendarai mobil itu menuju ke caffe tempat dia bekerja. Caffe MayOn. Pengunjung yang sudah datang tadi kini sudah pergi lagi, mereka datang hanya untuk singgah membeli coffee dan kue untuk mereka sarapan sebelum kerja. Dan keadaan Caffe kini cukup sepi, namun pekerja masih cukup sibuk untuk membuat beberapa kue untuk persiapan nanti siang. Tring... Suara lonceng caffe berbunyi, menandakan ada pelanggan masuk. " Selamat pagi, aku pesan Caffe latte untuk diminum di sini."
1.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 53 Beses bilang cafe singgah
Read
+Library
Bos dan Putri Konglomerat Rahasia

Bos dan Putri Konglomerat Rahasia

“Pesanannya sudah semua ya, Kak.” “Iya sudah, Terima kasih Mba.” Alunan musik lofi yang tenang memenuhi penjuru kafe dengan tema klasik yang saat ini tidak terlalu ramai pengunjung. Hanya beberapa orang termasuk Carissa dan Sagara di dalam kafe tersebut. Pengunjung lain sibuk dengan laptop di depan mereka. Kafe ini memang cocok dijadikan untuk tempat bekerja di luar kantor karena suasananya yang nyaman.
1.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 50 Beses bilang cafe singgah
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status