Sekretarisku Jilbaber
ucapku girang sambil memeluk Ibu.
“Alhamdulillah, ya Allah engkau mengabulkan do'aku,” Ibu mengucapkan syukur netranya mengembun.
“Alhamdulillah Bu, makasih do’anya, tanpa restu darimu apalah arti hidup ini Bu." Sekali lagi aku memeluk ibu.
“Yo wes segera balas emailnya dulu.”
“iya, iya Bu ... ”
Aku segera kembali ke laptop, ku baca sekali lagi email yang dikirim kan oleh PT. Jaya Konstruksi tersebut, serasa tak percaya aku di panggil bekerja untuk jabatan sekretaris.