Suamiku Jadul
Ada bak terbuka belakang.
"Kau bawa tas?" tanya Hermansyah lagi ketika melihat tasku.
"Iya, memang kenapa, gak boleh, biar kubuang ini tas,"
"Ah, kau, Niyet,"
Tak berapa lama kemudian, kami tiba di tempat usaha Hermansyah. Ada dua bangunan mirip hotel. Bertingkat empat di pinggir laut. Ternyata begini tempat penangkaran sarang burung walet tersebut. Sarang burung konon bernilai ekonomi tinggi, sampai jutaan rupiah per kilogram. Jeli juga Hermansyah menangkap peluang bisnis. Tidak seperti Bang Parlin yang tahunya cuma sawit dan sapi.
Hot Chapters