Karma : Kupermalukan di Akad Nikahnya
Kami masuk ke bagasi dan berbaring dalam posisi miring, ketika pintunya di, subhanallah, panas dan pengapnya sampai ke ubun-ubun, belum lagi guncangan karena jalan yang tidak rata dan bau bensin menyeruak membuat isi perutku bergejolak, rasanya aku ingin melepaskan mual ini sesegera mungkin.
*
"Selamat siang, mana KTP pak?"
"Buat apa?"
"Buat diperiksa."
"Baik."
"Tapi ngomong-ngomong Bapak dari mana dan kegiatannya di sini apa?"
"Saya lihat lokasi tanah yang akan saya beli untuk membangun Villa," jawab Bendi dan suaranya terdengar dari bagasi.
"Oh tapi di sini sepi dan hanya terdapat beberapa vila, dan saya lihat tadi anda sempat berkeliaran di sekitar vila orang," sanggah polisi tersebut.
Hot Chapters