Jerat Dendam Sang Pewaris
ucap wanita yang sudah membungkuk jalannya.
Dengan hati-hati Lily memasuki kandang arenanya bermain nanti. Matanya menangkap pemandangan rumah yang hangat, foto-foto keluarga dipajang dengan indah di dinding, seolah kehangatan benar-benar ada di sana. Lily tersenyum kecil, kehidupan penuh kecukupan ini sedang Liam hancurkan hanya untuk memenuhi ego serigala tua dalam dirinya. Pantaslah Pak Brata sampai mengkhawatirkan keadaan anak dan cucunya.
“Silahkan duduk, Bu,” ujar wanita tua itu ramah.