Malam Terlarang Bersama Paman
racau Adrian ketika ciuman mereka terlepas, “kamu mau menggodaku, ya?”
“Om, tolong sadarlah. Ini bukan mimpi,” rintih Nada.
Namun, bukannya mendengarkan, Adrian malah terus menyerang Nada. Perlahan, pertahanan gadis itu pun runtuh. Ia menyerah di bawah kuasa Adrian. Nada pun ikut hanyut dalam permainan yang seharusnya tak pernah terjadi di antara mereka.
“Aku mencintaimu, Nada,” lirih Adrian tiba-tiba meluapkan perasaan yang selama ini dipendamnya, “terima kasih sudah datang di mimpiku.”