Membaca 'Ketika Cinta Bertasbih' itu seperti menyelami perjalanan spiritual yang hangat sekaligus menggugah. Novel ini mengisahkan Eliana, mahasiswi kedokteran yang teguh memegang prinsip agama, dan Fahri, pemuda Mesir yang menjadi sandaran hidupnya setelah serangkaian ujian. Konflik dimulai ketika Fahri terpaksa menikahi wanita lain demi menyelamatkannya dari kekerasan, sementara Eliana harus mempertahankan imannya di tengah godaan modernitas. Keindahannya terletak pada bagaimana setiap tokoh menjadikan cobaan sebagai medan tasbih—zikir kehidupan yang mengubah air mata menjadi kekuatan.
Yang bikin gregetan adalah detail budaya Mesirnya! Dari pasar Khan al-Khalili sampai universitas Al-Azhar, Habiburrahman El Shirazy benar-benar membawa pembaca blusukan spiritual. Subplot tentang persahabatan Eliana dengan Maria, mualaf asal Jerman, juga memberikan perspektif segar tentang makna hijrah. Novel ini bukan sekadar romansa, tapi semacam 'kamus hidup' remaja muslim yang sedang mencari jati diri di antara benturan tradisi dan zaman now.