Badai Pun Belum Berlalu
Aku segera mandi dan mengganti pakaian ku, bersiap-siap untuk pergi ke masjid untuk sholat magrib berjamaah, karena mushollahnya agak jauh dari rumahku, aku harus pergi lebih awal sebelum adzan berkumandang agar bisa menunaikan sholat berjamaah, aku pergi bersama adikku cupang bersalaman pada ibuk yang masih terdiam tanpa kata, dan bapak yang menatap jalan dari ruang tamu tanpa ada kata yang terucap tak seperti biasanya.
Anak kecil sepertiku memang tak mengerti apa-apa, tapi dari sorot mata bapak aku mengerti banyak beban yang ditanggung nya, apalagi ibuk sering terlihat menangis tanpa sebab. Meninggal rumah bukan berarti ingatan ini menjadi lupa, wajah tua bapak dan wajah sedih ibu seakan m
Hot Chapters