Desember Ke-30
"Penerbit sudah menagih draf berikutnya. Mereka ingin novel bergenre drama emosional atau perjalanan hidup, mengingat pengalaman luar biasa yang baru saja kau lewati."
Aku terdiam sejenak. Jemariku mengetuk-ngetuk permukaan meja kayu. Ide-ide liar dan kisah-kisah jujur tentang perjalanan hidup, penerimaan diri, dan keberanian melepaskan mulai menari-nari di dalam kepalaku. Memori tentang kedai teh kecil di Chiang Mai, suara desau angin utara Thailand, hingga senyum terakhir Aroon di bawah temaram lampu gantung, semuanya terekam jelas sebagai sebuah babak terindah dalam hidupku—bukan lagi sebagai beban, melainkan sebagai sumber inspirasi yang murni.
Hot Chapters