NODA
Dia mendekat lalu mencium pipiku beberapa kali.
"Duh, langsung sehat ini Daddy." Dia pun tergelak.
"Apa lagi kalau Mama juga kiss Daddy."
Anyelir tersentak setelah beberapa saat hanya mengamati kami dalam bisu.
"Mama kiss Daddy," Nizam menarik ujung jilbabnya dan dia pun terkesiap. "Kebiasaan," gumamnya, mengecup pipiku singkat. "Dah." Aku terkekeh.
"Atut, aunty," Nizam beringsut naik ke atas tubuhku dan meletakkan kepalanya di dada. Aku dan Anyelir saling bertatapan.