Cinta Diam-Diam Sang Bos
Aku menyentuh dahinya, dan suhunya cukup tinggi.
"Heru, kamu demam," kataku cemas.
"Sedikit, tapi aku sudah minum obat dari dokter." Dia menunjuk ke meja tempat berbagai jenis obat tertata, penurun panas, antihistamin, permen tenggorokan, semprotan hidung, anti inflamasi, pereda nyeri. Semua yang dibutuhkan buat flu atau pilek lengkap di sana.
"Pagi tadi kamu kelihatan baik-baik saja," komentarku.
Bab Populer