Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

kata Bang Parlin serata masuk rumah. Beberapa saat kemudian, Bang Parlin memberi obatnya yang dia maksud, abuan itu ternyata abu sisa pembakaran di dapur. Dapur kami memang ada yang masih pakai kayu bakar. Butet datang, aku dan Butet lalu membawa Salsabila ker kamar mandi, kemudian memberikan obat yang diberikan Bang Parlin, luar biasa, Kata Salsabila gatalnya langsung hilang.
9.8582.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.4K kali sebagai obat baal
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Kiki Sulandari
Semoga sajq kakaknya Nia bisa lebih mengendalikan kata katanya.... Waaah,bang Parlin sudah jngin berikan adik pada si butet Sari Sabar ya bang Parlin,tunggu sampai butet Sari berusia 1,5 tahun.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Terjebak di Dunia Lain

Terjebak di Dunia Lain

Putri Balqis menyesali semua perbuatannya, dia berjanji untuk berubah. Sementara itu di Kerajaan Goro, terlihat kesibukan di klinik, rupanya Nela mengajarkan cara membuat obat antibiotik dan obat penawar racun. Semua tabib pemula sangat antusias mendapatkan pelajaran baru dari Nela. "Ingat daun ini harus di cuci bersih lalu di rebus, kemudian di keringkan. Setelah semuanya kering barulah diolah menjadi obat!"
9.541.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 830 kali sebagai obat baal
Baca
+Pustaka
OBSESI BARA

OBSESI BARA

Bara tertawa, karena gemas ia menarik hidung mungil istrinya, membuat sang empu lagi-lagi mendengkus dan menghempas tangan Bara. "Sudah habis, kan. Sekarang minum obatnya." Bara memberikan obat penurun panas kepada Laila yang disambut langsung olehnya tak lupa dengan minumnya. Laila kembali membaringkan tubuhnya pasca selesai minum obat, dibantu juga oleh suaminya. "Cepat sembuh, sayang ..." Cup ** "Ya Allah, Laila!" Bara nampak panik saat panas dikening Laila makin meninggi. Apalagi tubuh istrinya merinding kedinginan, membuat dirinya terbangun karena hal itu.
1027.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 732 kali sebagai obat baal
Baca
+Pustaka
Kau Adalah Obatku

Kau Adalah Obatku

"Benarkah? Aku tidak ingin mencari kesempatan dalam kesempitan." Meskipun Dimas tidak mengerti apa yang terjadi dengan tubuhku. Tapi dia bisa melihat konflik hariku. Tak peduli seberapa jujur tubuhku menginginkannya, hatiku tetap menolak. Namun aku tak peduli lagi, penyakit ini hampir membuatku gila. Dimas adalah obatku sekarang, satu-satunya yang bisa menyelamatkanku. Aku mengulurkan tangan dan menggenggam bagian bawahnya.
92.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai obat baal
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Tuan Barra

Mengejar Cinta Tuan Barra

"Tuan Barra, ini adalah obat untuk mengobati penyakit kejiwaan. Efeknya tidak main-main dan yang saya lihat anda meminumnya lebih dari dosis yang di anjurkan juga tanpa resep dokter, ini sangat berbahaya untuk kesehatan anda." Bola mata Barra membelalak lebar, "Apa anda yakin itu bukan hanya sekedar vitamin biasa?" "Jika anda tidak yakin, saya bisa membawa obat ini ke lab dan menujukkan kepada anda ini obat jenis apa." Barra memejamkan kedua matanya, tangannya menggenggam erat botol obat tersebut. Barra berusaha keras memikirkan apa yang sudah Sheila lakukan kepadanya, entah apa tujuan Sheila namun Barra benar-benar kecewa jika Sheila memang berusaha meracuni dirinya dengan obat seperti itu.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai obat baal
Baca
+Pustaka
Setelah Terbangun Sistem Menyuruhku Membunuh Sang Raja

Setelah Terbangun Sistem Menyuruhku Membunuh Sang Raja

"Kak Liriel bagaimana lukamu? Apa masih sakit." Gadis itu mengulurkan tangan, membelai lembut kepala rubah kecil. "Tidak apa-apa." "Pakai ini," ucap seorang pria saat berjalan mendekat. Liriel menoleh. "Ini..." "Obat penghilang rasa sakit milik Klan Varelis, obat ini sangat efektif," jawab rubah kecil. Dengan senyum lembut, Liriel menerima obat itu. "Baiklah, terima kasih."
10430 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai obat baal
Baca
+Pustaka
PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

kata Antony. Ballan melirik ke arah Antony yang siap menyuntikan obat penawar ke tubuhnya. “Obat apa itu?” tanya Ballan. “Ya, seperti kukatakan padamu, ini adalah hasil olahan daun ganja, yang akan membersihkan tubuhmu dari racun-racun dan zat lainnya,” kata Antony. Ballan mengangguk, berharap proses pengobatannya berjalan lancar. Sambil melihat suntikan berisi cairan berwarna merah itu.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai obat baal
Baca
+Pustaka
BALAS DENDAM CANTIK

BALAS DENDAM CANTIK

Aku memeriksa hasil USG. "Kalau tidak merasakan sakit, insyaallah tidak apa-apa. Semakin mendekati melahirkan, jumlah air ketuban semakin berkurang. Banyakin minum air putih yang banyak, yaa. Jalan kaki juga." Aku lalu mengambil sembilan strip obat terdiri dari asam folat, vitamin dan mineral lalu memasukkannya ke dalam plastik putih dengan nama klinikku. Begitu mereka keluar, pasien yang lain segera masuk.
10.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai obat baal
Baca
+Pustaka
BARA, HOT DADDY, SWEET HUSBAND

BARA, HOT DADDY, SWEET HUSBAND

“Sekarang buruan bangun, kita ke supermarket.” “Hah?” “Beli bahan makanan buat lo masak besok.” “Haaahhh??? Gue masih sakit, Bar!” “Itu udah gue beliin obat. Ayo cabut, gue nggak mau Leo makan masakan yang nggak sehat.” “ANJ*NG, BAROOONG! LO DENGER KAGA SIH?! GUE MASIH SAKIT K*MPRET!”
8.817.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai obat baal
Baca
+Pustaka
Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana

Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana

“Y-ya …, tapi ilmu kebal tubuhku dapat menahannya. Aku memiliki obat dan pil. Tetapi tadi, aku sibuk mengejar makhluk—” “Sini, aku obati!” Zhu Lian bermaksud menjelaskan, tapi Bai Lu sudah menyerobot dan mendekat padanya. Perempuan cantik itu kembali merogoh ke dalam busana yang ia kenakan dan mengeluarkan salep.
9.956.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai obat baal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status