OBSESI BARA
Bara tertawa, karena gemas ia menarik hidung mungil istrinya, membuat sang empu lagi-lagi mendengkus dan menghempas tangan Bara.
"Sudah habis, kan. Sekarang minum obatnya." Bara memberikan obat penurun panas kepada Laila yang disambut langsung olehnya tak lupa dengan minumnya.
Laila kembali membaringkan tubuhnya pasca selesai minum obat, dibantu juga oleh suaminya.
"Cepat sembuh, sayang ..."
Cup
**
"Ya Allah, Laila!" Bara nampak panik saat panas dikening Laila makin meninggi. Apalagi tubuh istrinya merinding kedinginan, membuat dirinya terbangun karena hal itu.