Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Let's Play With Me

Let's Play With Me

tanya apoteker, setelah Cora memasuki apotek tujuannya. "Ini." Cora memberikan kertasnya tadi. “Tunggu sebentar, ya.” Apoteker itu langsung mengambil obat-obatan yang tertera di sana. "Jangan lupa obat penurun demam. Aku lupa menuliskan itu." Suara yang terdengar berat, tiba-tiba lewat di telinganya. Tanpa menolehpun, Cora sudah tahu siapa dia.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
Pengabdian Terakhir Seorang Istri

Pengabdian Terakhir Seorang Istri

Sementara di kota …. “Ini obat asam mefenamat, Pak. Ini harus dengan resep dokter dan dosis yang diminum sangat tinggi. Biasanya dosis segini untuk para penderita kanker. Nah, dari botolnya ini sudah menunjukkan alamat rumah sakit dan juga nama pasien serta dokter yang menangani.” Seorang apoteker menjelaskan obat dan botol obat yang dibawa oleh Fandi ke sebuah apotek besar di kota. “Mak—maksudnya apa?”
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
Perangkap Cinta TUAN CEO

Perangkap Cinta TUAN CEO

Reynaldo membutuhkan obat, dan Marissa jelas tak punya pilihan selain bergantung padanya. Setelah hampir setengah jam berjalan, Aurora akhirnya menemukan sebuah apotek kecil di sudut jalan. Ia menunduk ketika masuk, menyodorkan catatan obat sederhana yang sempat ia tulis di ponselnya. Obat penurun panas, vitamin anak, serta obat batuk ringan semua yang kira-kira bisa membantu kondisi Reynaldo. Sang apoteker menyiapkan pesanan tanpa banyak tanya, meski sempat menatap heran pada wajah Aurora yang sebagian tertutup.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai obat disentri di apotik
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
ida Sari
Aurora harus menanggung kesalahan ayah nya yg menipu Rafael jd harus menjadi tawanan di rumah nya dan harus menjadi pelayan,,yg awal nya di benci justru Aurora di cintai Rafael sangat dalam skr.. cerita yang sangat menarik..
SumberÃrta
lalu salah apa aurora raf.. yg kabur kan bapaknya. yg punya urusan bapaknya. yg bikin kamu rugi bapaknya kenapa kamu jadikan aurora sebagai tawananmu kemana uangmu.... apa kamu ga bisa nyari Edgar sampai2 perempuan lemah kau jadikan jaminan
Baca Semua Ulasan
Wanita Penggoda

Wanita Penggoda

“Mas, ternyata obat ini beneran mujarab. Nih, Lalan udah keringetan. Pasti mahal harganya. Emang Mas beli obat ini di apotek rumah sakit mana?” “Bukan apotek rumah sakit.” “Terus? Apotek mana?” “Bukan di apotek.” “Di mana?” Aku terdiam sejenak. Mengaku sajalah, toh Wulan udah rada baikan. “Warung Mpok Siti ....”
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
LOVE FOR CEO

LOVE FOR CEO

"Diare," "Di Klinik kan ada? kenapa beli di apotik?" tanya Papa Galang mengerutkan keningnya, sudah duduk di atas sofa menatap Andre. Membuat putranya gelagapan, menyadari kesalahan dalam menjawab pertanyannya. "Ya nggak papa lah Pa, kan nggak ada salahnya kalau belinya di apotik," jawab Andre, mencoba untuk berkelit tak ingin memperpanjang pertanyaan papanya.
8.242.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!

Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!

Setelah berjalan sekitar seratus meter dengan kepala yang kian berputar, ia melihat sebuah apotek kecil di pinggir jalan. ​Reni melangkah masuk ke dalam apotek yang sejuk karena pendingin ruangan. Aroma obat-obatan yang khas menyengat hidungnya. Ia menghampiri meja kasir dengan tubuh yang sedikit membungkuk menahan lemas. ​"Mbak... beli minyak angin aromaterapi sama vitamin penurun demam, satu," ucap Reni lirih kepada petugas apotek yang berjaga.
12.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 512 kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
Bertemu Setelah Berbeda Status

Bertemu Setelah Berbeda Status

' batin Bi Sumi yang ikut ke dalam ruang periksa. "Iya Dok." Atikah pun menurut, dokternya memeriksa kondisinya. "Ibu kena diare, saya akan kasih resep obat untuk sakit perutnya, oralit dan juga antibiotik, Ibu hindari dulu makanan pedas dan masam," kata Dokter setelah memeriksa Atikah. "Iya Dok, makasih!" Atikah segera keluar dari ruang periksa dan mencari Rahayu.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
YOU AND US

YOU AND US

Anak itu tak peduli, yang saat ini ia pikirkan adalah menyelesaikan kegiatan PKL ini kemudian kembali kerumah dengan selamat. "Kak Riski, obat Cotrimoxazole ini buat apa?" tanya Ian pada Riski yang saat ini tengah membersihkan rak obat bebas. Riski menengok ke arah Ian lalu memperhatikan obat itu sebentar kemudian kembali melanjutkan aktivitas tadi sembari menjawab pertanyaan Ian, "itu obat antibiotik untuk diare." "Tapi obat yang termasuk golongan antibiotik tidak boleh langsung diserahkan pada pasien," lanjut Riski, sekarang ia tengah merapikan letak obat obat bebas.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
Perempuan Dari Bui

Perempuan Dari Bui

Terlebih ruangan itu bergema. Nama Gladis pun ikut menggema sebab panggilan melalui microphone oleh apoteker. Gladis berdiri bersamaan dengan seseorang di belakangnya yang juga ikut berdiri. “Ini obatnya. Antibiotiknya dihabiskan, ya, Bu. Ini obat olesnya. Semoga lekas sembuh.” Kata sang apoteker. “Terima kasih, Mbak.” Gladis berhenti sejenak melihat ke arah kasir. Ada seseorang disana yang wajahnya sudah tak asing. Ternyata laki-laki itu, yang tadi memaksanya mendapatkan perawatan. Dia juga disana.
642 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
Istri Kedua dari Rumah Bordil

Istri Kedua dari Rumah Bordil

Cepat atau lambat, Nathan pasti akan menemukan dalangnya. "Untuk resep obatnya bisa ditebus di apotek rumah sakit. Baik, saya permisi." Dokter itu berlalu, meninggalkan Nathan yang kini berjalan perlahan ke pintu masuk. Langkah lebarnya menuntun dirinya untuk lebih mendekati ranjang pesakitan. Tangan kekar itu menggeser kursi, kemudian duduk sembari menatap Monica yang terbaring dengan damai.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai obat disentri di apotik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status