Menikah dengan Tetangga Jutek
tukas Mama Gilang.
Gilang terdiam. Dalam hati, enak juga mendapat durian runtuh. Bapak mertua menawarkan tabungan pensiun. Mamanya menawarkan warisan. Tapi, sisi hatinya yang lain menolak. Ingin rasanya dia membeli rumah dengan keringatnya sendiri tanpa merepotkan kedua orang tua dan mertuanya. Biarlah uang jerih payah mereka, mereka nikmati untuk hari tua. Jangan sampai kita yang masih muda, bahkan sudah menjadi orang tua, masih merepotkan orang tua.
“Sebelumnya, Gilang dan Sekar mengucapkan terimakasih, Ma, Pa, Pak, Bu,” ujar Gilang sambil menatap mertua dan orang tuanya satu per satu.