WARISAN LUKA DARI BAPAK
Emeril menunduk memperhatikan kondisi kursi yang sudah tidak layak untuk diduduki, di beberapa tempat bahkan terlihat bolong.
"Ayo, duduk!"
"I-iya, Om."
"Kemala, ambilkan minum untuk tamu kita!"
"Iya, Pak," jawab Kemala malas.
"Siapa namamu?" tanya bapak tegas. Ia memposisikan dirinya sebagai orangtua yang siap menyeleksi calon menantunya.
"Emeril, Om. Om bisa panggil saya Eril."
"Heum ...." Bapak mengangguk. Memperhatikan pakaian yang dikenakan pemuda itu. Jauh beda dengan penampilan pemuda-pemuda di sekitarnya, apalagi dengan penampilannya.
Hot Chapters