Tiga Belas Bulan Bersama
Tatapannya dingin seperti es, tapi juga tajam seperti orang yang sudah terbiasa mengendalikan banyak hal dalam hidupnya.
Sania buru-buru menyeka air mata di pipinya dan sedikit membungkuk. “Maaf Pak, saya ... saya menghalangi jalan, ya?” ucap Sania sedikit bergeser dari tempatnya berdiri.
Pria itu tidak menjawab. Hanya menoleh sebentar, lalu kembali menatap layar ponsel di tangannya. Tapi, beberapa detik kemudian, dia bersuara pelan, “Jika saya tidak salah, kamu mahasiswa Tritunggal, jurusan desain grafis?”
الفصول الرائجة