Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
(Not) One Night

(Not) One Night

Alan terpojok di awal, walau akhirnya dia bisa melawan dan berhasil membuat suami Citra tak sadarkan diri. "Kamu akan membiarkan ini begitu saja, Alan? Pasti ada CCTV di koridor apartemen yang menangkap kejadian tersebut. Dia yang salah karena menyerangmu lebih dulu," ucap Vino. Alan tak membalas dan hanya diam saja. Dia sedang merasakan perih di sudut mata dan bibirnya saat Evelyn mengompres luka-luka tersebut. "Aku sih berharap ini sudah berakhir. Tapi takutnya mereka masih menyimpan dendam pada Mas Alan," ucap Evelyn. Terlihat jelas dari sorot matanya kalau dia khawatir hal ini akan terjadi lagi.
1.7K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as on the edge
Read
+Library
Gagal Move On!

Gagal Move On!

jelas Tisha. Karina juga sempat mengagumi ketampanan Errash dan akting lelaki itu. “Dia sombong gak?” “Baik banget. Tapi nggak ada unsur PHP-nya.” “Lo sekontak sama dia di Line?” tanya Kanaya. “Iyalah.” “Bagi dong!” “MAU JUGA!” “Gak boleh!” “Pelit banget, sih?!” Keributan mereka terhenti oleh suara deheman di sebelah Karina. “Na.”
103.5K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as on the edge
Read
+Library
From The Past

From The Past

"Iya, benar, itu Soya. Kenapa dia bisa bersama Bram?" "Apa jangan-jangan Bram mengganggunya lagi? Ayo turun! Kita hajar dia," kata Sendra. Yedo mengangguk sebagai tanda setuju. Mereka pun turun untuk menyelamatkan Soya. "Lepasin Bram!" bentak Yedo dari kejauhan. Suaranya yang berat mampu melengking di setiap sisi lapangan parkir restaurant tersebut. Soya dan Bram terkejut atas kehadiran kedua teman Kai, hingga membuat pria itu melepaskan jambakannya.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as on the edge
Read
+Library
ONE MORE TIME!

ONE MORE TIME!

dekat. Gina memerhatikan perubahan itu dengan alis terangkat satu. Dia sedang berada di rumah Arziko sekarang, meminum es jeruknya sambil menatap Arziko dan Eriska yang sedang mengobrol bersama Viona. Tak jarang, ketiganya akan tertawa sambil membahas entah apa dan menatap layar laptop. Ketiganya terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia. Apa sudah terjadi sesuatu? Gina membatin. Mendadak, senyuman Gina terbit. Jenis senyuman usil miliknya. Sebuah ide melintas dan dia bangkit dari tempat duduknya entah ke mana.
6.7K viewsOngoingAdded to Library 252 Times as on the edge
Read
+Library
I'm On You

I'm On You

Kalau boleh minta tolong pada editor siapapun, tolong hapus saja semua cerita ini. Karena banyak dosa yang sudah saya tulis di cerita ini. Saya sudah khilaf menulis cerita yang melanggar hukum agama Islam dengan banyak adegan tidak dibenarkan dan juga memunculkan karakter jahat juga minuman2 minuman haram. Saya cuma tidak mau cerita ini menjadi dosa jariah saya dikemudian hari. Semoga Allah SWT merahmati kita semua. Terima kasih bila ada yang membantu saya untuk mentake down atau menghapusnya. Semoga Allah SWT memudahkan urusan kamu dan melapangkan rezeki kamu, amiin.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as on the edge
Read
+Library
Rahasia di tepi sungai

Rahasia di tepi sungai

ungkapku, ia mengangguk pelan sambil memejamkan mata, kurasa dia memang tidak mendengarkanku. Datang dari koridor di belakangku, laki-laki yang tampak lebam dan penuh luka. Kulihat seragamnya kembali utuh seperti baru, pasalnya ketika kemarin kulempar, jelas sekali aku melihat celananya compang camping layaknya gelandangan.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as on the edge
Read
+Library
Life or Not

Life or Not

wajahnya memerah karena tamparan keras dari Yurian dan sorot wajahnya yang seolah tidak bersalah terlintas jelas di wajahnya. “Apa-apan ini?” ucap Yurian sambil menunjukan sebuah video. “Ah kau percaya dengan editing seperti ini?” “Ini tidak terlihat seperti hasil pengeditan kau pikir aku bodoh! Keparat katakan kau berani melakukan ini?” ucap Yurian dengan marah.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as on the edge
Read
+Library
Another Eye

Another Eye

-0- Dalam perjalanan, Edrich menyandar sembari memejamkan mata. Gemerisik dedaunan yang tertiup angin mengantarkan suasana menenangkan yang memupuk rasa kantuknya. Pedesaan dimana ia berada merupakan salah satu tempat tersejuk yang berada di wilayah Terrant, tak ayal banyak dari kalangan pengembara memilih untuk menetap disini termasuk dirinya. Gerald sendiri tengah memacu kuda sembari memperhatikan sisi jalan, menggulirkan bola mata abu-abunya ke hamparan pertanian warga yang berkilau tertimpa sinar mentari pagi. Edrich melirik Gerald, tangan kanannya yang terbungkus dengan kain sedikit membuatnya penasaran.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 147 Times as on the edge
Read
+Library
The Line Between Us

The Line Between Us

Sepertinya tidak ada yang salah jika ingin menunggu kendaraan umum di luar lingkunan sekolah. Sesampainya di seberang, Mr.Sani memperhatikan ke empat murid sambil melonggarkan sedikit dasi berawarna blue navy dari lehernya. Mia langsung mematung tak berkutik. Kalian tahu adegan slow motion seperti yang ada di film-film? itulah yang Mia lihat saat ini. Apalagi setelah mengendurkan dasi, Mr. Sani merapikan rambut belah tengahnya. Sungguh pemandangan yang indah bagi Mia. Sekaut tenaga dia berusaha untuk tidak bereaksi apapun agar tidak bertindak bodoh.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as on the edge
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status