Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nayla

Nayla

Bunga sama coklat yang lo kasih ke Nayla kemarin. RENO PRATAMA Gue pesen online itu mah. GALIH Pak presiden yg terhormat, napa gak bagi2 ama gw hasil razianya .. ERICK Cieew yang dah berani PDKT. Sikat mas. Semangka DONI DAMARA Hust! jangan pada ngerumpi. Gosip apaan ya? RENO PRATAMA
9.420.3K viewsCompletedAdded to Library 730 Times as onl
Read
+Library
Home

Home

] "Kayak ABG aja lo tiap bulan dirayain. Norak. Alay huuu." ["Lo belum dengerin gue!"] "Iya, iya." Noela terkikik geli setelah mendengar gerutuan Runalla. Sembari memungut bra serta pakaian yang berserakan di lantai, Noela mendengar kicauan temannya itu. ["Gue kemarin-kemarin sempat beli lingerie gitu secara online. Beli warna hitam sama merah. Terbuka banget. Menurut lo, lebih seksi yang mana? Merah atau hitam?"]
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 479 Times as onl
Read
+Library
Selìni

Selìni

Kan sayang sekali. Jemari gadis itu bergerak cepat ke tas miliknya, meraih jaring serabut yg sudah disiapkan beserta kain pembungkus agar kelinci tersebut kesulitan memberontak. Elea menghitung dalam hati, bersiap menangkap si kelinci malang. Saat hitungan sudah masuk pada hitungan ke-dua, sebuah suara berat menginterupsi kegiatan gadis omega itu, "Tidakkah kau diajarkan untuk tidak mengambil yg bukan milikmu, Nona?"
959 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as onl
Read
+Library
HALCYON

HALCYON

Kaivan tampak mengerutkan kedua keningnya melihat Azrico yang tengah tertidur diatas sofa ruang kerja mereka dengan ponsel yang tengah menyala menayangkan live streaming pertandingan mobile game online favorit mereka berdua. Dengan sendikit tenaga Kaivan menarik bantal sofa yang digunakan sebagai bantal tidur oleh lelaki bermata sipit tersebut. Seketika pria berkacamata minus 2,5 itu terbangun dari sembari menggerutu karena ulah pria berkulit cemerlang tersebut.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as onl
Read
+Library
DIA

DIA

“Aku akan memberikan pelajaran kepadamu sampai selamanya kau tidak akan bisa melupakanku Lika.” “Semua yang kamu lihat tidak benar!” seru Anulika tepat di depan wajah Narendra. Bahkan kedua telapak tangan Anulika masih mencengkeram kemeja Narendra di bagian dada dengan kuat. Narendra mencekal pergelangan tangan Anulika dan menyeret tangan gadis itu untuk keluar dari night club tersebut. Apa yang di lakukan oleh Narendra membuat gadis itu tidak berani kembali ke rumah orangtuanya lagi.
109.3K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as onl
Read
+Library
ONLY YOU

ONLY YOU

Namun Meng Qi benar-benar merasa lelah, ia perlahan memejamkan mata dan terlelap dalam mimpi yang sangat konyol. Matahari mulai tenggelam, terlihat sepasang remaja yang saling melempar bola salju, mereka tertawa riang dan saling menggoda satu sama lain, hari pun mulai gelap, bayangan Wei yang semakin lama semakin menghilang. Meng Qi berteriak sambil melemparkan bola besar kearahnya. "Wei Zilian terima ini dasar bodoh," teriaknya sambil tertawa dengan keras.
92.2K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as onl
Read
+Library
Liara

Liara

timpalnya. "Hagan! Ini bukan lelucon!" Liara mendadak kesal. Ayah dan anak itu benar-benar pintar bermuslihat. "Dengarkan aku." Orlando memegangi bahu Liara. "Ini terdengar keji, tetapi Anjani sudah mati. Kalau pun kau dipenjara, siapa yang akan senang dengan itu? Urusan benar atau salah, terlalu picik bila hanya dilihat dari satu sisi."
9.535.0K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as onl
Read
+Library
Our Luna

Our Luna

Dan lagi, Pria itu mendekap tubuh mungil Chiara, membuat sang gadis tak bisa bergerak dengan leluasa. Netra keduanya beradu tajam. Manik hazel milik Chiara langsung beradu dengan manik shappire pria itu. Seolah terkunci, Chiara tak bisa memalingkan wajahnya barang sedetik saja dari pria asing didepannya ini. Ingin memberontak pun rasanya sulit. Ada apa dengan dirinya?
2.1K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as onl
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedanemine
Aku kenapa sih, kok bisa lupa ingatan begini? “Oh ya, jangan panggil aku ‘om’. Aku bukan om-om.” pesannya. Aku tercengang mendengarkan penuturan laki-laki yang tak aku ketahui namanya. “Wira.” ujarnya tanpa menoleh dan tentunya tanpa menyodorkan tangan untuk berkenalan. “Ini ngajak kenalan, ya?” tanyaku sambil memiringkan kepalaku, soalnya si Om Wira ini fokus banget sama bukunya.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as onl
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status