Cincin terakhir istriku
Keduanya tak lepas saling tersenyum, makan malam sederhana, begitu romantis keduanya rasakan.
“Aku inget pertama kali makan nasi goreng buatan Bapak, kamu lagi bantuin Bapak jualan. Aku terpukau sama kamu saat itu, Ay, kamu sederhana, tapi mampu terlihat begitu mewah di mata aku. Kamu selalu tersenyum, ramah, makanya pelanggan Bapak banyak. Ibu, juga Jani, keluargamu ramah semua, hal itu bikin aku jatuh cinta sama kalian semua. Kamu tau, semenjak saat itu, aku mau punya keluarga seperti kalian, kompak, saling dukung, walau keadaannya kecukupan, nggak mewah, karena mewah yang sebenarnya nggak bisa dilihat dari harta benda atau kekayaan materi yang kita punya, tapi hati dan sikap.” Rangga meng
Bab Populer