SABDA CINTA
jawab Sabda.
"Sayang sekali, aku tidak lapar."
"Tapi--"
"Tolong mengertilah posisiku saat ini, Sabda. Aku tidak mau diganggu oleh siapapun, dengar, siapapun!" tekan Cinta.
"Sampai kapan kamu akan seperti ini, Cinta? Hei, dengarkan aku," kata Sabda sambil memegang bahu Cinta dan mengguncangnya pelan. "Kalau kamu seperti ini terus, mereka akan semakin mengejekmu, menertawakanmu karena merekalah pemenangnya."