Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua
ucapnya lembut, “kadang, menjadi menantu itu seperti berjalan di jembatan bambu—harus hati-hati supaya tidak patah, tapi tetap harus melangkah agar tidak diam di tempat. Dan yang paling penting... jangan sampai jembatan itu membuat kita lupa siapa diri kita.”
Sinta diam beberapa saat, mungkin menahan isak.
“Mbak Sekar... gimana caranya bisa tetap sabar?” tanyanya lirih.
Sekar menatap lampu siaran yang masih menyala, lalu tersenyum tipis.
“Sabar bukan berarti diam dan menanggung semuanya sendiri, Mbak. Kadang sabar juga berarti tahu kapan harus bicara, kapan harus minta tolong, dan kapan harus memaafkan tanpa kehilangan diri sendiri.”