LOVE THAT COME ONCE
Yang terakhir, memakaikan dasi yang tadinya hanya ia lilitkan ke lehernya.
Sebagai murid SMA, dia sama sekali tak memiliki nilai kerapihan.
Saat aku akan beralih memasukan bajunya yang tidak dirapihkan, tangan kuatnya secepat mungkin menahanku, "Jangan mendekat ke bagian sensitif."
Tubuhku memberi jarak darinya. "Aku hanya ingin membantumu," kataku.
Immanuel mendekatkan mulutnya ke telingaku, kemudian berbisik, "Ada batasan-batasan yang tidak boleh kau lewati, jika kau melanggar, maka yang beristirahat akan bangun."
Bab Populer