Sentuh Aku Lagi, Sayang!
Bukan ekspresi marah, tetapi lebih pada kebingungan yang tercampur sedikit kekhawatiran atau mungkin kekecewaan yang disembunyikan.
Arkha akhirnya berbicara, suaranya berusaha netral. “Ibu sangat protektif.”
Hanya itu yang diucapkan oleh Arkha. Namun kalimat itu menggantung, bermakna ganda. Protektif terhadap asetnya, atau protektif terhadap anaknya dari suaminya sendiri?
Pak Hilman Mengabaikan komentar Arkha, tetap fokus pada Dara. “Ibu Marini bilang, rumah itu adalah ‘jaminan terakhir’ untukmu, Dara. Tempat kamu bisa selalu pulang, apa pun yang terjadi.”
Hot Chapters