Pengantin di Gerbang Hitam
katanya akhirnya, suaranya bergetar tapi tidak pecah, “tidak seperti yang Rendra gambarkan.”
Arden tidak tersenyum. “Rendra selalu menggambar orang lain sesuai kebutuhan bertahannya.”
Aruna melangkah sedikit ke depan, tidak mendesak, tapi hadir. “Bu,” ucapnya lembut, “perlindungan bukan hadiah. Ini perjanjian. Kau memberi kebenaran, kami memberi ruang aman.”
Ibu Ratna menutup mata sesaat. Saat membukanya kembali, ada sesuatu yang runtuh di sana... bukan air mata, tapi ilusi.
Hot Chapters