Malam Pertama Sang Istri Kontrak
Aisyah menambahkan, “Tapi yang paling penting, orang yang datang harus pulang dengan senyum.”
Setelah makan, mereka bertiga keluar ke halaman. Matahari baru muncul setengah, sinarnya masih lembut. Raffa berlari ke depan pagar, menatap papan toko yang kini bersinar terkena cahaya pagi. “Ayah, lihat! Nama toko kita keren banget kalau kena matahari!” katanya bangga. Aisyah berdiri di samping Arga, memegang tangannya. “Mas, kamu sadar gak, setiap pagi aku ngerasa kayak mulai hidup dari awal lagi?” Arga menoleh pelan, menatap wajah istrinya. “Aku juga ngerasa gitu, Yah. Kayak Tuhan kasih kesempatan tiap hari buat jatuh cinta lagi sama kamu, tapi lewat hal-hal kecil.”
Capítulos Populares