Berebut Pantas
“Nggak ada kerjaan banget, sih? Pasti mau jahil. Sorry, ya. Aku ini bukan tipe orang yang mudah terpesona. Aku sudah punya pujaan hatiku sendiri. Blokir.”
Arash bertindak cepat. Dia langsung memblokir nomor tersebut karena tidak ingin banyak berurusan.
“Kalau cinta, harusnya bilang langsung. Bukan via pesan atau telepon,” celetuk Arash seraya mematikan ponselnya. Lantas, dia pun kembali meminum obat dan tidur.
Kurang beruntung, kata itulah yang pantas disematkan untuk Satria. Dia tersenyum kecut begitu mendapati pesan keduanya justru centang satu saja, tidak seperti pesan pertama.
Bab Populer