Penyintas
Mint.Natamengetuk pintu langittertutup sudah pintu hatikuhanya satu pintakuding dong bukalah pintu
Jadi kalau mau ke arah bawah, kita pakai jalanan yang lebih rendah… batinnya kala melihat kendaraan yang bergerak menuju arah yang berlawan di jalanan yang berada di samping atas mereka.
“Hey, Sangria.”
“Hmm?”
“Kalau disini kita mau leter u, bagaimana?”
“Leter u? Hewan apa lagi itu?”
“Eh- maksudku, putar arah… putar arah…”
“Ya tinggal putar kalau ketemu tempat putarannya. Kenapa? Ada yang ketinggalan?”
“Tidak ada. Cuma penasaran…”
“Untung saja. Kita sudah hampir sampai soalnya. Jadi, berenti celingukan, nanti kamu dikira orang aneh.”
Beliebte Kapitel